Breaking News
Loading...

Post With Title

  • New Movies
  • Recent Games
  • Tech Review

Tab 1 Top Area

Technical Blog post

Tech News

Game Reviews

Recent Post

Jumat, 23 Agustus 2013
(After Long Eid Fitr Holiday) Part 4 - Eid Mubarak Celebration with ExPet

(After Long Eid Fitr Holiday) Part 4 - Eid Mubarak Celebration with ExPet

Salam!

Setelah sempat terpotong artikel event Kemerdekaan RI ke-68, kali ini aku akan melanjutkan seri After Long Eid Fitr Holiday (hehe). Dari judulnya memang agak aneh sih, merayakan lebaran dengan mantan hewan peliharaan. Hehehe... Jangan-jangan ada yang mengira aku sarkastik, yang dimaksud ex-pet itu mantan pacar? Hahaha, pacaran aja baru sekali kok udah ada mantan. (ups)

Memang tidak salah kok judulnya, lebaran kemarin aku ketemu dengan mantan peliharaanku. Namanya Pochi, anjing jenis apa nggak tahu nih, tapi lucu banget bentuknya. Imut, ukurannya sedang, nggak terlalu kecil atau besar.

Pochi ini anjing peliharaanku yang ke-3. Yang pertama adalah Piko, kedua Molly, ketiga Pochi dan yang keempat dan sekarang masih kupelihara adalah Ciko Jeriko (Hahaha). Piko, Molly, dan Pochi masih satu indukkan. Ketigannya dikasih sama teman gereja bapak. Dan ketiganya juga diminta oleh sepupuku. Dari 3 anjing yang diminta, sekarang hanya tinggal si Pochi.
Foto lama Pochi, habis sembuh dari keracunan (kuambil dari blog lama)
Foto lama Pochi, habis sembuh dari keracunan (kuambil dari blog lama)
Piko badannya paling besar, wajahnya bulat mirip anjing akita, rambutnya halus belang coklat campur putih. Sayangnya aku nggak punya fotonya (hilang semua). Piko ini takut sekali dengan bapak, karena waktu kecil ekornya dipotong bapak dan temannya (sadis banget). Aku pulang sekolah tahu-tahu sudah kejadian itu, untung nggak lihat langsung. Setelah agak besar Piko diminta sepupuku yang masih kecil, sayang sih, tapi tetap saja kalah sama anak kecil yang nangis guling-gulingan. Piko sudah mati gara-gara tersedak tulang ayam, kasihan banget. Tante ngasih kabarnya sambil nangis (sad)

Setelah Piko diambil, aku minta anjing lagi. Namanya Molly, betina nih. Adiknya si Piko nih. Rambutnya putih mulus tapi lebih kasar, mirip ijuk sedangkan Piko mirip kapas. Setahuku induknya rambutnya halus, mungkin pejantannya yang beda. Karena betina dan bapak nggak suka, beberapa bulan di rumah  si Molly dikasihkan Tante lagi biar beranak juga. (Piko belum mati) Hehehe. Tapi nasib Molly juga kurang beruntung, waktu dilepas pagi-pagi (biar boker) Molly ini ditabrak sepeda motor. Kata Tante sih di dengar suara lolongan si Molly, tapi waktu dicari kok nggak ketemu. Mungkin Si Molly kabur atau malah diculik sekalian dan jadi rica-rica (sad)
Molly dan Pochi pengen keluar tapi di luar nggak aman
Molly dan Pochi pengen keluar tapi di luar nggak aman

Molly ngebet keluar
Molly ngebet keluar
Molly sudah nggak di rumah, aku minta lagi dong. Nah dapat nih Pochi, Sebenarnya dikasih dua, satunya Mochi, tapi karena nggak boleh ada dua anjing jadinya Mochi dikasih ke tetangga (sekarang ilang). Pochi di rumah agak lama, dibanding Piko sama Molly. Tapi, tiba-tiba bapak dikasih anjing lagi. yang sekarang Ciko Jeriko. Pochi sama Ciko ini nggak pernah akur. Akhirnya sama bapak, Pochi dikasihkan Tante lagi. Sebenarnya sih aku nggak boleh, tapi namanya juga anak nurut aja. Lagi pula Piko sudah mati dan rencana membiakkannya gagal (incest nih), Molly saat itu juga belum hilang. Kita tahunya si Ciko Jeriko ini lebih nurut, soalnya awal-awal datang penakut dan pendiam. Eh lama-lama kok garongnya keliatan. Galaknya minta ampun dan suka banget ngejar anak kecil.

Pochi nggak bisa diam
Pochi nggak bisa diam
Ciko Jeriko (Foto dari Facebook)
Ciko Jeriko (Foto dari Facebook)
Back to topic. Nah, setiap lebaran pasti dong kita silaturahmi ke saudara (walaupun nggak merayakan)? Dan aku nggak lupa dong mampir ke rumah Tante, tentu saja buat jenguk si Pochi. Hehehe. Pochi nggak pernah lupa aku nih, dan bentuknya tetep imut lucu (gaje) Hehehe. Inginnya sih dibawa pulang aja tapi di rumah masih ada Ciko Jeriko. Yah biar buat teman Tante di rumah terutama sejak Piko dan Molly nggak ada lagi. Oh iya, maaf ya Pochi, aku nggak bawa oleh-oleh. (Hahaha... tambah kacau)

Pochi kemarin saat lebaran
Pochi kemarin saat lebaran
Sekian dulu ya. Ini cerita terakhir dari seri

Sampai jumpa lagi!


Selasa, 20 Agustus 2013
Den Haag Sang Janda Indonesia

Den Haag Sang Janda Indonesia

Merdeka! Selamat Merayakan Kemerdekaan!

Wah telat tiga hari nih artikel menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tercinta ini. Hehe, terlena dengan kesibukan libur panjang setelah lebaran yang diisi dengan lomba-lomba khas 17an. Oh iya artikel kali ini adalah selingan dari seri After Long Eid Fitr Holiday.

Anak-anak Republik
Anak-anak Republik
Kali ini aku tidak akan membahas lomba-lomba atau tetek bengek khasnya tapi kerinduan orang-orang Indo Belanda terhadap Indonesia atau Hindia Belanda. Kerinduan in terlihat dari lagu yang cukup terkenal dikalangan orang Indo tua. Lagu ini berjudul Arm Den Haag atau terjemahan gaulnya "Kasian deh lu Den Haag" dan diciptakan oleh Louisa Johanna Theodora “Wieteke” van Dort atau yag dikenal sebagai Tante Lien.

Louisa Johanna Theodora “Wieteke” van Dort alias Tante Lien.
Louisa Johanna Theodora “Wieteke” van Dort alias Tante Lien
Perhatikan liriknya. (Sentimentil sekali)

Bahasa Belanda
Bahasa Indonesia
Arm Den Haag, dat is toch erg, dat jij maar niet vergeten kan
De klank van krontjong en van gamelan
In het Indisch restaurant gonst het gesprek van alle kant: Tempo doeloe, tempo doeloe in dat verre, verre land
Ach kassian, het is voorbij kassian, het is voorbij
Den Haag, Den Haag, de weduwe van Indie ben jij
We kunnen hier hues wel Indisch eten thuis klaarmaken sambal goreng telor, sajoer lodeh, tahoe petis
Alleen, de buren hebben het niet zo graag
En we kunnen hier ook hues wel tropische planten kopen
Zoals bijvoorbeeld kembang sepatoe. Dat noemen ze hier hibiscus, hibiscus
En allerlei varens: canna’s, gerbera’s, orchideeen
Maar het staat hier in de huiskamer toch heel anders
Dan daar in de vrije natuur, ja trouwens, ze gaan allemal dood bij de kachel
En weet u, ik heb thuis zo’n groot schilderij hangen
Dat verbeeldt natuurlijk Indie, ja Adoe, beeldig, beeldig
Mooiie groene sawahs, klapperbomen
Links een karbouw met zo’n kleine katjong op z’n rug, ja
En rechts een pahman met zeven van die leuke kleine bebeks achter zich aan
Maar weet u, het schilderij, het krijgt hier geen licht genoeg
Weet u wat nog meer Meneer Le Clerque-Zubli hij komt ook nooit meer langs


Kasihan banget Den Haag, kau tidak mungkin melupakannya
Suara merdu musik kroncong dan alunan gamelan
Di restoran Indonesia terdengar pembicaraan dari berbagai sudut: Tempo dulu, tempo dulu, di tempat yang sangat jauh itu
Ah, sayang, itu semua kini telah berlalu, sayang, semuanya telah berlalu
Den Haag, Den Haag, kau sekarang jadi janda dari Hindia Belanda
Kita di sini – di Belanda - memang benar bisa membuat sendiri masakan Indonesia seperti sambal goring telur, sayur lodeh, tahu petis
Hanya saja, tetangga kita tidak begitu suka bau tumisan bumbu masak itu
Dan kita di sini memang biss membeli tanaman tropis
Seperti misalnya kembang sepatu, yang orang sini sebut sebagai hibiscus, hibiscus
Dan berbagai tanaman bunga lainnya: kana, gerbera, dan anggrek
Tetapi bunga-bunga itu di sini hanya bisa dipajang di dalam rumah, jadi tentu saja beda sekali suasananya
Dibandingkan di sana –di Indonesia – mereka tumbuh di alam terbuka. Di sini, tanaman-tanaman itu akan mati oleh panasnya perapian
Dan tahukah anda, di rumahku, aku punya lukisan besar yang kugantung di dinding
Dan lukisan itu tentu saja lukisan tentang alam Indonesia, ya ampun, bayangan itu, bayangan itu….
Hamparan sawah hijau yang indah, pohon-pohon kelapa ….
Di sebelah kiri, berdiri seekor kerbau dengan seorang anak gembala kecil di punggungnya, ya
Dan di sebelah kanan, seorang paman dengan tujuh bebek-bebek yang lucu berjalan beriringan
Tetapi tahukah anda, lukisan itu di sini tidak mendapat cukup sinar lampu
Dan maukah tahu lagi …..? Tuan Le Clerque-Zubli tidak pernah mampir ke rumahlu lagi…

Dari lirik lagu ini terlihat sekali kerinduan komunitas Indo Belanda terhadap "tanah air ke dua". Ya Hindia Belanda yang sekarang Indonesia adalah tanah air mereka yang ke dua, karena mereka lahir dan sempat mengalami kehidupan di Indonesia. Bahkan budaya mereka sudah budaya Indische yang berbeda dengan orang belanda totok. Tante Lien sendiri lahir dan tinggal di Surabaya, saat dirinya berumur 14 tahun dan sedang berlibur ke Belanda, Presiden Sukarno mengadakan nasionalisasi dan naturalisasiaset-aset asing serta memaksa pulang ribuan orang Indo ke Belanda. Selama di Belanda, Tante Lien selalu konsisten mengenalkan budaya Indonesia terutama melalui acara TV Late Lien Show sehingga dianugrahi Knight of the Order of Orange Nassau. 

Becak di Late Lien Show
Becak di Late Lien Show
Sebenarnya banyak orang Indo tidak ingin meninggalkan Indonesia, namun karena situasi sosial-politik yang tidak menguntungkan, mereka lebih memilih pergi dan menyelamatkan diri. Walaupun demikian beberapa masih bertahan di kota-kota tertentu, seperti Manado, Ambon, dan Malang.

Keluarga Indische atau Indo Belanda
Keluarga Indische atau Indo Belanda
Di Belanda, komunitas ini masih mempertahankan adab dan kebiasaan lama mereka, seperti memasak sambal terasi, memakai "botol cebok"(hahaha unik nih), bahasa belanda yang tajam dan kasar, dan masih banyak lagi.
Iklan botol cebok
Iklan botol cebok
Begitu besarnya kecintaan dan kerinduan mereka kepada Hindia-Belanda memang tepat julukan "Den Haag Sang Janda Indonesia" dan mereka "anak-anak Sang Janda"

Tetapi bagaimanapun juga, Kemerdekaan Indonesia adalah hal yang terbaik yang dianugerahkan Tuhan bagi bangsa Indonesia. Merdeka!


Jumat, 16 Agustus 2013
(After Long Eid Fitr Holiday) Part 3 40 Buku Satu Juta

(After Long Eid Fitr Holiday) Part 3 40 Buku Satu Juta

40 Buku Satu Juta?
Maksudnya apa nih?? Hehehe

Shalom!
Artikel ini masih bagian dari seri After Long Eid Fitr Holiday.

Bingung dengan judulnya? 40 Buku Satu Juta ini maksudnya adalah 40 buku dengan harga 1 juta. Tapi bukan 1 bukunya 1 juta ya... (ambigu). Sebelum lebaran kemarin aku menjebol tabungan buat mencetak 40 buku. Buku ini merupakan bagian dari penelitianku. Kali ini aku nggak akan membahas isi bukunya tapi perencanaan keuangan yang meleset. Sedikit agak menyesal sih, menyesal karena terasa borosnya. Boros ini karena terjadi hal tak terduga yaitu kenaikan harga BBM. So, terjadi kenaikan harga dimana-mana bahkan prediksi inflasi tahunan hampir menyentuh 9%! (gila)

Buku Penelitianku - TTS
Buku Penelitianku - TTS
Aku sebenarnya titip cetak, yang mengurus cetak adalah temenku AU. Harga awal sebelum kenaikan BBM kira-kira 800.000. Naik berapa persen tuh? Malah sebelum ditawar oleh AU, harga perbukunya menjadi 29.000 (makasih ya udah mau aku repoti).
 
Buku awal diterima aku ambil di rumah AU
Awal diterima aku ambil di rumah AU
Mmmm.... Daripada menyesal berlarut-larut yuk coba kita bikin perbandingan ongkos produksi. Hah? Kok bisa memperbandingkan ongkos produksi? Let’s see.
 
Tampilan salah satu halaman
Tampilan salah satu halaman
Mencetak di sini yang aku maksud adalah “printing” menggunakan mesin cetak rumahan. Kok bisa? Dilihat kualitas cetakannya dan ongkos cetaknya sepertinya memang hanya dicetak menggunakan mesin “printing” rumahan. (ups)

Oke, coba sekarang bandingkan tabel berikut ini.
 
Tabel Perbandingan Harga Cetak
Tabel Perbandingan Harga Cetak
Nah dilihat dari perbandingannya masih untung mencetak sendiri kan. Semahal-mahalnya cetak sendiri yaitu opsi A, cuma lebih mahal 38.000 dan kita masih dapat printer dan katrid cadangan baru. Hehehe, mantab kan? Bahkan kita bisa ngirit sampai 60% seperti opsi D (irit seirit-iritnya).


Nah pelajaran dari pengalaman ini, rencanakan keuangan kita sebaik-baiknya dan sedetail-detailnya. Walaupun ribet, kan tidak buang-buang uang.



Rabu, 14 Agustus 2013
(After Long Eid Fitr Holiday) Part 2 Fenomena Berbuka Bersama

(After Long Eid Fitr Holiday) Part 2 Fenomena Berbuka Bersama

Selamat siang!
Shalom!

Melanjutkan artikel kebakaran pasar sebelumnya, masih dalam suasana post holiday syndrome hehe. Sekarang aku mau membahas fenomena yang jamak terjadi saat bulan puasa, yaitu berbuka bersama. Kegiatan berbuka bersama ini awalnya dilakukan oleh kaum muda dan akhir-akhir ini orang-orang dewasa juga mulai melakukannya. Jadi jangan heran ada berbuka puasa komunitas guru, karyawan atau buruh. Bahkan trennya lagi, berbuka sambil reuni!



Aku yang tidak berpuasapun hampir tertular virus tersebut. Hoho. Seringkali teman-teman mengajak berbuka bersama. Kalau kebetulan ada rejeki atau gratisan ya tentu saja aku ikut. Hehe. Tapi seringkali banyak tidak ikutnya.

Pertama kali aku ikut berbuka bersama yaitu saat  SMA. Awalnya sih males, tapi ya hitung-hitung pengalaman kumpul bareng teman-teman. Selanjutnya, aku lumayan sering ikut kegiatan berbuka. Mulai dari kumpul-kumpul teman SMP ( walaupun yang puasa/muslim nggak sampai lima orang tapi tetep aja banyak yang ikutan) sampai kumpulan kerja freelance di Z-tour.

Menu bebek goreng bersama Z-tourMenu bebek goreng bersama Z-tour
Menu bebek goreng bersama Z-tour
Positif dan Negatif
Setiap kegiatan tentu ada sisi positif atau negatifnya. Menurutku sisi positif dari berbuka bersama yang paling menonjol adalah mempererat persahabatan. Pasti ada saja teman dari komunitas tertentu mengajak berbuka, mulai dari teman semasa SD, SMP, SMA, kuliah, kerja sampai teman seorganisasi. Bahkan kelompok main yang berbeda-beda pun juga mengadakan, mungkin kelompok main PS atau futsal. Sisi positif yang berikutnya, tentu saja bidang ekonomi. Lihat saja tiap warung makan kelas kali lima sampai resto berbintang, selalu dipenuhi oleh gerombolan pemuas dahaga ini (ups). Terkadang kita harus booking jauh-jauh hari supaya mendapatkan tempat. Waw, perputaran uang yang terjadi pasti membuat kita ingin buka resto juga.

Makan Bareng PPL SMA Taruna Nusantara
Makan Bareng PPL SMA Taruna Nusantara (Bukan Buka Bersama)

Oke, itu tadi sisi positifnya, bagaimana dengan sisi negatifnya? Mungkin aku mau sedikit cerita tentang keluhan seorang ibu teman. Sang ibu sempat mengeluh ketika temanku ini berpamitan untuk pergi berbuka puasa dan keluhannya adalah jarangnya temanku itu berbuka bersama keluarga dan mementingkan temannya. Mungkin ibu itu jengkel juga, ketika sudah capai dimasakkan makanan yang spesial (berbuka pasti enak-enak kan?) eh anaknya malah nggak ikut makan. Nah lho! 

Berikutnya sisi negatif yang cukup mengganggu sebenarnya adalah hedonisme dan rakus-isme. Inilah yang aku herankan. Menurut yang aku dengar selama bulan Ramadhan setan-setan dikurung di neraka, tapi kok setan hedonisme dan rakus-isme (baca: kerakusan) malah semakin merajalela. Kok bisa? Coba kita telusuri. Ketika orang yang berpuasa, pasti mereka ingin makan makanan yang spesial saat berbuka bukan? Terjadi kecenderungan saat Ramadhan, pengeluaran malah lebih besar daripada bulan-bulan lainnya.  Boros! Padahal secara logika seharusnya malah lebih irit, wong makannya saja dikurangi jadi dua kali saja. Betul tidak? Banyak orang yang beralasan sebagai reward lah karena sudah berpuasa penuh, ini spesial lah karena setahun sekali bla bla bla bla... Namun, seorang ustad di televisi memperingatkan, yang berhak memberi reward atas ibadah puasa kita bukanlah diri sendiri tetapi Tuhan (CMIIW). Katanya lagi, tujuan diwajibkannya berpuasa jadi tersamarkan. Nah lho?! (emang tujuannya apa ya?)

Kembali ke permasalahan berbuka bersama, saat kita berbuka bersama pasti kita inginnya makan di tempat yang enak kan? Coba deh, minimal kita mengeluaran IDR 25.000, semisal ikut berbuka 4 kali (bersama teman kampus, teman main, teman futsal, teman kerja) sudah mengeluarkan IDR 100.000 bukan. Biasanya uang segitu pada hari biasa bisa untuk satu minggu (irit banget).

Sebenarnya aku sendiri tidak mau terlalu berpolemik terlalu jauh karena saat aku menulis ini aku merasa hypocrite.

Sekian dulu hari ini, bersambung Part 3 - 40 Buku Satu Juta



Senin, 12 Agustus 2013
(After Long Eid Fitr Holiday) Part 1 Market Fire

(After Long Eid Fitr Holiday) Part 1 Market Fire



Happy Eid Mubarak!!!
Selamat Lebaran!

Walaupun sudah telat tetapi tidak ada salahnya kan tetap mengucapka selamat lebaran bagi teman-teman yang merayakannya. Wah lama sekali ya aku nggak meng-update blog ini, sepertinya Roh Kemalasan sedang menguasai hatiku. Hehe...

Wah liburan panjangnya sudah lewat, nggak terasa sama sekali! Seminggu berlalu seperti baru kemarin saja. Banyak cerita nih selama liburan, mulai dari sebelum lebaran sampai sesudah lebaran. Bingung nih mau dimulai dari mana. Oke mungkin dari berita paling menggemparkan dan menyedihkan selama bulan puasa, terutama untuk pedagang di Pasar Babadan Ungaran. yaitu terbakarnya Pasar Babadan Ungaran Kabupaten Semarang.
Kebakaran Pasar Babadan Kabupaten Semarang 2013
Kebakaran Pasar Babadan Kabupaten Semarang 2013 
Pasar Babadan terbakar tanggal 17 Juli 2013 dan nyala api mulai terlihat pukul 20.00-22.00 WIB. Api berkobar sampai pagi hari meludeskan seluruh bangunan utama pasar. Nggak kebayang berapa kerugiannya karena saat itu pasti para pedagang telah memasok barang untuk Ramadhan. 

Ada dua orang tetangga yang ikut menjadi korban, satu seorang pedagang kelontong dan yang lain seorang penjahit. Mereka tidak sempat menyelamatkan dagangannya dan yang bikin trenyuh, tetanggaku yang penjahit itu sedang banyak order seragam sekolah. Kelanjutannya saya nggak begitu tahu. 

Satu Dekade Empat Pasar Terbakar
Rentang tahun 2004-2013 sudah terjadi 4 kebakaran pasar di Kabupaten Semarang. Mulai pada tahun 2004, Pasar Karangjati terbakar. Aku paling ingat kebakaran Pasar ini karena paling dekat dengan rumah, apinya terlihat dari rumah Simbah dan terjadi saat di rumah Simbah sedang ada acara pembentukan panitia pernikahan tante. Toko temenku ada yang terkena penjarahan, sudah terbakar dijarah pula. Mau dimana Indonesia?
Kebakaran Pasar Karangjati Kabupaten Semarang 2004
Kebakaran Pasar Karangjati Kabupaten Semarang 2004
Entah kebetulan belaka atau tidak, 3 kebakaran yang lainnya terjadi saat bulan Ramadhan. Ramadhan tahun 2007, Pasar Bandarjo Ungaran terbakar. Yang aku ingat dari kebakaran ini adalah aku stres terjebak macet saat berangkat sekolah. Untungnya tidak dihukum karena hampir separuh siswa dan guru di SMA 1 Ungaran telat. Hohoho. Kebakarannya terjadi saat subuh dan meludeskan seluruh bangunan.

Kebakaran Pasar Bandarjo Ungaran Kabupaten Semarang 2007
Kebakaran Pasar Bandarjo Ungaran Kabupaten Semarang 2007
Berikutnya Pasar Projo Ambarawa juga terbakar pada bulan puasa tahun 2012. Dan lokasi nenek Sang Pacar berjualan ikut terbakar, walaupun kerugian materiil tidak begitu banyak namun kehilangan tempat berjualan malah rugi jangka panjang kan?
Kebakaran Pasar Projo Ambarawa Kabupaten Semarang 2012
Dan yang terakhir tentu saja kebakaran Pasar Babadan. Oh iya, di tengah hiruk pikuk kebakaran, ada usaha perampokan yang dilakukan oleh sekelompok orang di Toko Fajar yang tidak jauh dari lokasi kebakaran. Mau dimana Indonesia?

Konspirasi - Pesugihan Pasar Obong
Banyak isu yang beredar seputar terbakarnya pasar-pasar di Kabupaten Semarang. Kebanyakkan berupa pasar sengaja dibakar dengan alasan tertentu. Berbagai teori konspirasi beredar, mulai dari alasan renovasi pasar sampai pasugihan. Nah menarik kan kok sampai pasugihan? Pernah mendengar pasugihan pasar obong? Berdasarkan isu yang beredar dari kuping ke kuping, pasugihan pasar obong itu tumbalnya berupa dagangan pasar. Berbeda dari pasugihan yang lain yang identik dengan tumbal nyawa. Katanya lagi, bank dan toko emas (hampir) selalu mengalami kerugian paling kecil karena mereka telah diperingatkan terlebih dahulu. Peringatannya bisa secara langsung berupa surat kaleng atau peringatan halus berupa pertanda. 
Yah saya sih nggak begitu percaya, namun itulah fenomena yang terjadi di sekitar kita di mana mistik masih cukup kental. Kalaupun itu benar, tentu yang melakukannya pasti mendapat ganjaran yang setimpal. 

"Siapa menanam tentu akan memanen."

Semoga kebakaran pasar seperti ini tidak terjadi lagi.





Copyright © 2012 Bon A Voyage All Right Reserved
Designed by CBTblogger